Argopuro : Singgasana Dewi Rengganis

Argopuro 06-09 Agustus 2005

Argopuro 2Gunung argopuro merupakan salah satu gunung yang terletak di deretan Pegunungan Yang. Gunung ini membentang dari kabupaten Probolingo sampai ke Kabupaten Situbondo yang memiliki ketinggian 3,088 mdpl. Pendakian dari kabupaten probolinggo melalui desa Bremi sedangkan dari situbondo melalui desa Baderan. Gunung Argopuro merupakan gunung yang memiliki trek lintasa terpanjang di jawa. Kebanyakan pendaki memilih untuk melintasi gunung atau naik dan turun pada jalur yang berbeda. Jarur Bremi lebih singkat daripada jalur Baderan tetapi trek yang dilewati cenderung lebih Terjal. Gunung Argopuro memiliki Vegetasi terlengkap, mulai dari hutan Tropis, Hutan Hujan, Hutan Cemara, dan juga padang sabana yang sangat luas. Gunung ini memiliki kisah legenda Dewi Rengganis yang hilang bersama dayang-dayangnya, ada tempat yang dikenal dengan Taman Rengganis yang diyakini sangat Angker. Di ketinggian sekitar 1200 mdpl dari jalur Bremi, anda bisa menemukan Danau Taman hidup yang cukup luas. Danau ini sangat indah di pagi hari, banyak ikan di dalamnya dan anda bisa memancing untuk di bakar dan di makan. Jika anda turun melalui jalur Baderan, saya yakin anda akan terbius oleh keindahan padang sabana yang sangat luas. Padang Sabana ini konon merupakan bekas pangkalan udara Tentara Jepang yang diyakini sangat angker juga. Jangan sampai anda menginap atau bermalam disini, bisa2 anda di datangi tentara jepang yang sedang patroli. Konon masih ada pendaki yang mendengar derap langkah kaki para tentara saat menginap disini. Gunung yang lengkap keindahanya dan membuat frustasi karena treknya yang begitu panjang.

Pendakian jalur Bremi (Probolinggo)

Argopuro 1Kami sengaja meluangkan waktu di semester akhir menjelang kelulusan kami. Sekedar melepas stress karena mengerjakan Tugas Akhir yang tak kunjung selesai, akhirnya kami ber-6 (Saya, Chimot, Edo, Ucup, Dhani, Sri) merencanakan untuk mendaki Argopuro melalui jalur Bremi dan turun melalui jalur Baderan. Kami berangkat dari Lab ber-6 dengan perbekalan sederhana yang kami punya. Seperti biasanya kami hanya membawa Terpal dan Ponco tanpa Tenda, maklum mahasiswa kere belum mampu beli tenda. Minimnya perlengkapan bukan penghalang untuk melakukan pendakian. Pagi itu kami berangkat ke Bungurasih naik taksi 4 orang dan naik sepeda motor 2 orang. Dari bungurasih kami naik bus jurusan probolinggo, dan turun di terminal probolinggo. Perjalanan selama kurang lebih 3 jam kami lewati. Argopuro 4Sampai probolinggo kami menuju terminal bus AKAZ , dimana dari terminal ini kita bisa naik bus jurusan Bremi. Perjalanan ke desa bremi memerlukan waktu kurang lebi 1 jam. Sesampainya di Desa Bremi kami menyempatkan diri untuk makan siang di warung setempat. Pos perijinan berada di kantor polisi setempat, salah satu dari anggota kami melakukan registrasi di kantor polisi. Setelah semua administrasi beres, kami segera melakukan pendakian melewati ladang penduduk. Setelah melalui ladang penduduk, kita akan masuk ke hutan damar yang sangat lebat. Target pertama kami adalah Danau Taman Hidup yang terletak pada ketinggian 1200 mdpl. Perjalanan 3 jam kami lalui di tengah hutan yang lebat dan trek yang mulai menanjak. Perjalanan cukup panjang dan melelahkan tak kunjung kami temukan danau taman hidup yang kami cari. Hari sudah beranjak gelap, kami bergegas mengeluarkan senter yang kami bawa. Dengan sangat berhati2 kami melanjutkan perjalanan malam itu. Di tengah hutan kami mencoba berhenti karena semua anggota tim kelelelahan dan lapar. Sejenak menikmati mie instant dan energen, rasa lelah dan lapar kamipun terobati sedikit. Tak mau berlama-lama di hutan kami melanjutkan kembali perjalanan. Sebelum menemukan Danau Taman Hidup, kami menemukan pertigaan. Menurut informasi, untuk mencapai danau taman hidup kita harus mengambil arah ke kanan. Jalanan menurun kami lalui, sekitar 15 menit akhirnya kami sampai di Danau yang kami cari tersebut.

Danau Taman Hidup

Argopuro 5Danau taman hidup merupakan tempat favorit bagi para pendaki yang memilih jalur Bremi. Ada juga para pendaki yang sengaja hanya nge camp disini beberapa hari. Di area sekitar danau memang cukup nyaman untuk nge camp, tempatnya cukup hangat dan terlindung oleh pohon pinus yang tinggi. Waktu itu kami mendaki pada tanggal muda jawa, sehingga kami bisa menikmati gugusan Galaxi Bima Sakti yang nampak jelas di gelapnya malam. Di dukung dengan cuaca yang cerah dan lokasi yang cukup luas, kami serasa berada sangat dekat dengan bintang2 di angkasa tersebut. Sesekali melihat bintang meteror yang Argopuro 6jatuh, hmm….sungguh mengagumkan alam semesta ciptaan Tuhan itu. Kami segera mencari tempat untuk mendirikan tenda amatir kami, mengaitkan terpal ke batang pohon pinus. Bermalam di sini tidak begitu dingin, sehingga saya memutuskan untuk tidur di luar beralaskan matras. Kami membuat perapian sebagai penghangat kami menikmati malam. Tidurpun terasa puas, tak terasa pagi menjelang. Kami segera beranjak menikmati pemandangan danau yang sangat indah. Air danau yang di ambil oleh sinar matahari pagi menimbulkan keindahan yang luar biasa di atas danau. Saya menyempatkan diri untuk mencoba memancing ikan disana, dengan kail yang sudah tersedia entah punya siapa. Ternyata sulit juga mancing disini kalau belum berpengalaman. Karena kasihan dengan saya yang gak dapet2, ada mas2 yang menawari ikan untuk saya bawa. dengan malu2 tapi mau, aku terima saja ikan itu untuk di bakar daripada mancing tanpa hasil. Bakar2 ikanpun dimulai, dan rasanya….mak nyissss…….uenak coy. Setelah sarapan pagi dan bakar2 ikan, kami segra beres2 tenda dan packing untuk melanjutkan perjalanan.

Sicentor & Fucking Plant

Tepat pukul 9 pagi kami memulai perjalanan dari taman hidup menuju ke puncak. Perjalanan menanjak dan menurun kami lalui. Sepertiga perjalanan trek yang kami lalui cenderung menanjak dengan vegetasi hutan yang tidak begitu lebat. Dua pertiga perjalanan kami lalui dengan trek cenderung menurun. Kami sempat frustasi karena perjalanan menurun dan datar yang sangat lama padahal kami berencana menuju puncak. Perjalanan ini melintasi vegetasi ilalang dan tanaman pendek dan rapat. Tak jarang kami melintas diantara Funcing Plant atau Jancukan. Tanaman ini adalah tanaman yang paling di benci oleh para pendaki di gunung argopuro. Begitu kulit anda menempel di tanaman ini, dijamin anda akan teriak kesakitan. Saya sendiri sempat merasakannya ketika sedang berlari menurun, dan “plak”…..kaki saya nyerempet tanaman tersebut dan rasa panas campur gatal membuat saya jatuh tersungkur. Tanaman ini merupakan tanaman perdu vegetasi bawah, tingginya tidak lebih dari 2 meter. Memiliki daun menyerupai daun ganja dan bersisik. Mungkin sisik daun tersebut yang menusuk kulit dan menyebarkan racun sehingga terasa gatal dan panas. Tak terasa 6 jam perjalanan kami lalui. Waktu sudah menunjukkan puku 3 sore, dan cadangan bahan bakar kamipun mulai menipis. Target kami adalah Aing Kenik, atau air putih yang katanya berada sebelum pos Sicentor. Perjalanan sebenarnya tidak melelahkan, melainkan membosankan. Rasa frustasi telah menghantui semua anggota. Akhirnya pukul 4 sore kami menemukan aliran sungai kecil yang menghalangi jalan kami. Huh…leganya bisa minum sepuasnya. Seberapa jauh lahi Pos Sicentor kami tidak tau, yang jelas kami hanya berjalan dan berjalan. Gelappun mulai terasa, kami segera mempercepat langkah. Senter kami keluarkan, dan pada akhirnya tepat puku 7 malam kami menemukan Pos yang namanya Sicentor. Udara disini sangat dingin, dan hanya kami ysatu2 pendaki yang ada di pos ini. Lega rasanya menemukan Pos yang kami cari, pos terakhir menuju puncak. Pos Sicentor ini adalah pertemuan antara jalur Bremi dan jalur Baderan. Terdapat aliran Sungai kecil yang cukup deras yang membelah jalur dari arah baderan. Areanya cukup luas untuk mendirikan tenda dan bermalam disini. Terdapat juga bangunan kayu yang cukup lebar dan muat untuk tidur 10 orang. Kami cukup beruntung dengan adanya bangunan kayu tersebut karena kami memang tidak membawa tenda. Kami tidur berjajar di dalam Pos dan berencana bangun subuh untuk mengejar Sunrise. Alarm berbunyi dan kami tidak pula beranjak bangun karena kelelahan. Sehabis sholat subuh kami melanjutkan perjalanan ke puncak, dimana menurut informasi dapat di tempuh dalam waktu 3 jam dari sini.

Sensasi Puncak Rengganis

Perjalanan menuju puncak diawali dengan jalur yang cukup landai melewai sabana yang cukup luas. 1 jam perjalanan kami menemukan Pos sebelum puncak, dinamakan Rawa Embik. Disni terdapat sungai kecil yang mengalir, anda bisa mengambil air di sini sebagi air minum. Setelah Rawa Embik, perjalanan melalui hutan tropis kering yang jarak tanamanya agak renggang. Setelah itu kita akan melewati Hutan cemara yang sejuk dan hijau. Tidak jauh dari sini kami melewati hutan tropis kering lagi sampai puncak Rengganis. Setelah 4 jam perjalanan dari Sicentor akhirnya kami sampai di puncak Rengganis. Kami sedikit bertanya apakah ini benar2 puncak atau puncak bayangan karena masih terdapat pohon yang lebih tinggi dari puncak. Tapi tanda tanya kami terjawab ketika kami menemukan batu yang merupakan titik puncak gunung Argopuro ini. Sunrise telah lewat beberapa jam yang lalu, tapi kami cukup puas bisa mengakhiri rasa frustasi kami. Kami segera foto2 dan mengibarkan bedera kemenangan kami di atas pohon di dekat puncak. Satu jam menikmati puncak, kami segera turun dan melanjutkan perjalanan ke Baderan

Argopuro 8

Argopuro 9

Jalur Baderan

Sebelum turun melalui jalur Baderan, kami singgah sebentar di Sicentor lagi. Istirahat sebentar, makan siang, dan membersihkan diri di sungai. Tengah hari kami mulai melakukan perjalanan panjang sekali melalui jalur baderan. Perjalanan dari Sicentor ke baderan cukup landai tetapi sangat panjang. Kami melintasi hutan yang kering dan hangus terbakar. Mungkin terbakar oleh matahari atau sengaja di bakar oleh tangan jahil. Lima jam perjalanan akhirnya kami menemukan padang savana yang sangat luas yang terkenal sebagai lapangan terbang nipon jepang. Memang di sabana ini masih tersisa bangunan2 berupa benteng dan juga gundukan2 tanah sebagai tempat latihan militer jepang. Jangan sampai anda tersasar memilih jalur di sabana ini. Dari Sicentor kita harus mengambil arah kiri dan melintas Sungai yang airnya di penuhi dengan enceng gondok dan tanaman air lainya. Perjalanan melintasi sabana ini cukup panjang, jika anda beruntung makan anda bisa menemukan Burung Merak disini. Saya sempat bertemu dengan Merak jantan yang terbang pas dihadapan kami. Kami sarankan untuk berhati2 karena jika anda mendapai merak, tidak jauh dari situ harimau akan menjadi ancaman serius anda. Hari gelap mulai menghantui perjalanan kami, dan kami berjalan tanpa henti sampai kaki ini sendiri yang menghentikan perjalanan kami karena kelelahan. Jam 10 malam kami terkapar tak berdaya di tengah hutan dan memutuskan untuk bermalam disitu. Segera kami membeber terpal dan memasak mie instant yang tersisa. Ada yang makan dan ada pula yang langsung tertidur pulas karena kecapekan. Udara di sini tidak dingin, menandakan tempatnya tidak begitu tinggi. Pagi menjelang dan kami segera melanjutkan perjalanan yang masih panjang. Empat jam perjalanan kami mulai kehabisan bahan bakar, dan dehidrasi pun mulai terasa. Akhirnya kami menemukan ladang penduduk dimana ditengah2nya terdapat aliran pet yang bocor. Terobati sudah rasa lelah dan dehidrasi yang mendera kami. Tengah hari kami sampai di desa Baderan. Kami segera hunting warung untuk mengisi perut kami yang sudahkangen dengan nasi. Di pertigaan dekat pangkalan angkot, kami menyantap nikmatnya masakan kampung Baderan. Perjalanan pulang kami lanjutkan dengan angkot dari Baderan ke Terminal Situbondo. Di terminal situbondo kami menyempatkan diri untuk Mandi dan Membersihkan diri. Perjalanan selanjutnya kami tempuh menggunakan Bus jurusan Situbondo – Surabaya. Sampai di Terminal Bungurasih sekitar puku 7 malam. Perjuangan panjang telah kami lewati bersama, dan kami benar2 kapok mendaki gunung Argopuro yang indah itu.

Argopuro 12

Argopuro 10

Argopuro 11

8 thoughts on “Argopuro : Singgasana Dewi Rengganis

  • 26 October 2009 at 3:57 PM
    Permalink

    GUE blm dtg ksna gue tggl d kki gnung argopuro aj.yah kpn2 aj gue ndaki

    Reply
  • 6 September 2010 at 1:25 PM
    Permalink

    Salam kenal ,,
    Sya Rindu akn tempt itu..

    Reply
  • 1 July 2011 at 3:51 AM
    Permalink

    tepat minggu depan saya akan menuju tempat itu,,,,,

    Reply
  • 26 October 2011 at 9:05 AM
    Permalink

    la iyeh ra lha…………..

    Reply
  • 29 June 2012 at 7:34 PM
    Permalink

    maaf kata2nya di ralat ya aing kenik itu artinya air kecil 😀
    itu bahasa madura

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *