Candrasengkala I : Definisi & Sejarah Seni Cronogram Jawa

Ada anagram, ada ambigram, di Indonesia khususnya Jawa dan Bali ada Cronogram yang disebut Candrasengkala. Sebelum Candrasengkala sudah ada Suryasengkala. Pada prinsipnya sama hanya berbeda pada acuan kalender, berdasarkan peredaran matahari atau bulan. Di Jawa merujuk pada Tahun Jawa ( peredaran bulan ), sedangkan Bali merujuk pada tahun Saka. Sebelum Islam masuk, di jawa juga merujuk ke Tahun Saka.

Candrasengkala digunakan untuk menandai tahun peristiwa penting. Seperti berdirinya suatu kerajaan atau terjadinya suatu bencana besar. Candrasengkala merupakan suatu kalimat yang terdiri dari empat kata yang menpunyai arti – arti tertentu sesuai pilihan kata yang digunakan. Setiap kata mewakili angka yang bila disusun terbalik akan menunjukkan bilangan tahun Jawa.

Tentang Tahun Jawa sendiri ditetapkan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma sejak 1 Suro 1555 Jawa ( 1 Muharam 1043 Hijriah  atau 1 Srawana 1555 Saka atau 8 Juli 1633 Masehi. Tahun Jawa (Anno Javanico) merupakan perpaduan antara Tahun Hijriah dengan tahun Saka. Menurut informasi Tahun Jawa mengacu pada kedatangan pertama Empu Sengkala di Tanah Jawa. Walaupun sistemnya sama dengan kalender Hijriyah, dimana Muhammad SAW melakukan Hijrah.

Empu Sengkala disebut juga Aji Saka. Tokoh yang juga menciptakan Aksara Jawa. Tidak jelas tokoh ini benar – benar nyata apa tidak. Saya akan mengulasnya di lain kesempatan (hihihi…). Btw dari nama tokoh inilah nama Candrasengkala diambil.

Di masa Kerajaan Hindu – Jawa, Suryasengkala lebih dulu digunakan hingga berakhirnya Majapahit. Suryasengkala mengacu pada Tahun Saka, yang merupakan kalender Luni-Solar. Setelah Demak berkuasa, di Jawa digunakan Tahun Hijriyah yang mengacu pada peredaran bulan. Namun di zaman kekuasaan Mataram, Sultan Agung rajanya, digunakanlah Candrasengkala dengan merujuk pada Tahun Jawa (perpaduan antara Hijriyah dan Saka ).

Selain dibagi menjadi dua berdasarkan perhitungan peredaran Bulan & Matahari, Candrasengkala dan Suryasengkala. Sengkala juga dibagi menjadi dua berdasarkan perwujudannya. Pertama disebut Sengakalan Memet, dimana Sengkala ini berupa visual, seperti patung, gambar atau relief yang mempuyai makna sesuai watak angka pada Sengkala. Yang kedua adalah Sengkalan Lamba. Sengakalan ini berupa kalimat saja tanpa perwujudan visual.

Bersambung …………………

2 thoughts on “Candrasengkala I : Definisi & Sejarah Seni Cronogram Jawa

  • 14 September 2011 at 9:22 AM
    Permalink

    ditunggu lanjutannya

    Reply
  • 14 September 2011 at 9:22 AM
    Permalink

    ditunggu lanjutannya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *